|
|
Sebuah
ARTIKEL Khusus The
Power of thought
BENDA dan MANUSIA
dapat melayang,
WOW, aneh tapi
nyata, apa mungkin ? ?
Saya mengatakan "Mungkin"
dan ini sudah terjadi
di-dunia dan bagaimana
di-Indonesia Hanya
pertanyaannya adalah,
apakah ini suatu
keajaiban, mujijat,
ataukah rekayasa "teknologi"
yang sampai saat ini
terus berkembang sangat
cepat. Benda
atau manusia dapat
melayang disebut juga
LEVITASI
(LEVITATION ) Ada
dua hal yang
membedakannya, juga dari
sudut pandang yang
berbeda pula, yaitu
benda atau Manusia yang
dapat melayang karena
kehilangan berat atau
gaya grafitasi bumi. 1.
Dari segi "Mistik" maka
manusia tersebut telah
mempelajari suatu cabang
ilmu okultisme, meditasi
( transcendental
meditation) atau
sejenisnya, namun ada
pula yang sejak lahir
memanng mempunyai bakat
untuk "levitasi" ini. 2.
Dari segi " Teknologi"
maka benda atau manusia
tersebut mempergunakan
suatu alat khusus, untuk
menghilangkan gaya berat
atau gaya grafitasi ini,
biasanya adalah unsur2
maknet, listrik atau
benda-benda "diamaknetik"
dsb
Apabila anda tertarik
membelinya, dapat anda
lihat di- Sudah sejak
ribuan tahun yang lalu, manusia
sudah berusaha, bahkan mencoba mempelajari ilmu melayang
diudara dengan cara
menghilangkan gaya tarik bumi (grafitasi),
baik dalam waktu hanya beberapa detik
saja atau menit, bahkan berjam-jam
melayang diudara, dalam
cerita-cerita silat dikenal
dengan
ilmu meringankan tubuh, serta
mampu melompat sejauh puluhan
atau ratusan meter, atau para
nabi yang mampu melayang atau
berjalan diatas air sungai/lautan,
ini membuktikan bahwa manusia
sudah dapat melakukan suatu
keajaiban tersebut.
Tiap keadaan (state)
getaran pusat syaraf (otak),
masing-masing mempunyai
keistimewaanmya sendiri, dan
untuk keadaan getaran atau
gelombang theta ini ( 4 ~ 8 hz),
adalah yang paling penuh misteri,
disinilah biasanya yang mungkin
akan terjadi keadaan metafisika
dari orang yang bersangkutan, (kemungkinan
terjadi mujijad serta keajaiban,
misalnya melayang diudara, tidur
jalan, kemampuan meramal,
ditusuk - dibacok tidak mempan,
dikubur hidup-hidup dan
seterusnya, biasanya dilakukan
dalam keadaan tidak sadar -
TRANCE), jika anda tertarik
dapat membaca/melihat di-ebook
PSIKOTRONIKA
Bahkan pada
keadaan (theta-state) ini
terjadinya komunikasi antara
sang pencipta (Tuhan) dengan
ciptaannya (manusia)
klik
disini,
untuk memohon pertolongan
kesembuhan suatu penyakit dari
TUHAN.
Theta
Brain Wave
Di-Indonesia sebenarnyapun sudah
ada manusia yang berkemampuan
LEVITASI, coba baca apa kata
mereka
(Indonesia cool atraction ), dari
Perguruan Pencak Silat Merpati
Putih.
Lalu apa dan bagaimana LEVITASI
ini dapat terjadi, baik ditinjau
dari sudut supranatural dan
metafisika, maupun dari segi
rekayasa teknologi.
Sepertinya supranatural dan
teknologi merupakan suatu hal yang
saling bertolak belakang, namun
kenyataannya adalah mirip,
bahkan sama dan dapat dijelaskan
secara logika, misalnya pada
keadaan benda, orang atau
binatang yang melayang (
levitasi ), seakan-akan
bertentangan dengan ilmu fisika
(gravitasi dan antigravitasi),
namun secara sederhana dapat
diterangkan dengan ilmu-ilmu
fisika .melalui pendekatan
logika .
Misalnya pada saat manusia dapat
melayang diudara tanpa
mempergunakan alat fisik apapun
( secara supranatural ),
biasanya manusia ini dalam
keadaan tidak sadar ( trance –
subconscious ), atau meditasi
spiritual , pada saat ini jika
diperiksa dengan alat EEG
seperti diatas, maka pusat
syaraf (otak) bergetar dan
mengeluarkan gelombang pada
frekwensi theta ( 4 hz ~ 8 hz ),
sedangkan frekwensi alam semesta
adalah pada 7.5 Hz ( dari mana
? – baca ebook
PSIKOTRONIKA
), apabila manusia
dapat mengatur dalam bermeditasi
untuk menggeser frekwensi sama dengan 7.5 hz , dengan
cara memusatkan pikiran secara
penuh untuk keinginan “melayang”
atau meditasi penuh, maka
biasanya berhasil untuk
melayang. Video
demo klik disini
Namun manusia yang melakukannya
tidak perlu mengetahui bahkan
mendalami apapun mengenai
teknologi frewensi, gelombang theta, atau
getaran pusat syaraf dan
seterusnya, cukup mempelajari
bidang-bidang supranatural yang
memang menjadi bagiannya.
http://www.jzkpublishing.com/catalog/index.cfm/item/Fire2.4
Petals nt>
Science of levitation by
changing our resonant frequency
field. Book.
www.jzkpublishing.com
Sedikit penjelasan mengenai
“frekwensi alam semesta” ( dunia
)
ingin lebih jelas
baca ebook
psikotronika
:
Secara matematis dapat dihitung
bahwa, keliling bola dunia
adalah 40.000. Km, sedangkan
kecepatan
cahaya adalah 300.000
km/detik, menurut rumus
perambatan gelombang
elektromaknetik bahwa
panjang
gelombang ( 40.000.km ) =
kecepatan cahaya (300.000 Km)
dibagi Frekwensi ( f ), maka
F = 300.000 / 40.000 = 7.5
Herz
Artinya bahwa dalam 1 (satu)
detik maka cahaya (atau
gelombang elektromaknetik), akan
mengelilingi dunia 7.5 X
Cahaya merambat menurut garis
lurus, namun dengan “fiber
optic” baru
dapat mengikuti
belokan fiber optik tersebut,
namun gelombang elektromaknetik
mampu merambat
pada permukaan
bumi.
"If we have just discussed
the viable science of
levitation - in which, that
you as a heavy,
three-dimensional object
vibrating according to the
hertz of the planet allows
you to have
the same
stability as mass itself -
if suddenly you were to
change your field, then the
mass
that you are made up of
would change as well. So it
would vibrate; you would
still be you
but you would
be vibrating at another
frequency. In other words,
we can see you and you
are
still John Doe, but you are
not in the world because you
are no longer obeying the
laws of gravity and physics
here. So you are actually
levitating fifteen feet
above the
floor; we can see
you, but you are eating the
surrounding time in this
time. And while
you are
sitting there, you are
actually in the future. You
are in another dimension of
time that will one day be
your linear future."
Frekwensi 7.5 Hz ini menjadi
bagian yang sangat penting,
terutama dengan pendekatan
levitasi
(keadaan melayang) baik
bidang fisika maupun bidang
supranatural.
Beberapa metode melayang (levitasi)
berdasarkan ilmu pengetahuan dan
teknologi antara lain adalah :
1.
Magnetic levitation (
Gertsenshtein Effect antigravity
)
2.
De Aquino’s ELF (Extra Low
Frequency ) anti gravity
3.
Mercury Plasma antigravity
4.
Searl Effect antigravity
5.
Hutchison Effect antigravity 6. Einstein’s UFT ( Unified Field Theory ) Antigravity
1.
Gertsenshtein Effect antigravity
: Sejak tahun 1960 sudah mulai
dianalisa secara teliti oleh
M.E.Gertsenshtein berkebangsaan
Rusia, yang menyelidiki bahwa
apabila Sinar atau cahaya
(berupa
gelombang elektromaknetik ) yang
akan melalui medan maknit yang
sangat kuat, maka
akan terjadi
“gelombang baru “ yang diebut
gelombang gravitasi (
Gravitational Wave ), disingkat
GW . lihat gambar dibawah
2.
De Aquino ELF Antigravity
http://jlnlabs.imars.com/systemg/newexp/index.htm
Fran De Aquino seorang professor
dan fisikawan dari Universitas
Maranhao negara Brasil yang
memperkenalkan teorinya sejak
tahun 1999, mengenai frekwensi
gelombang elektromaknetik yang
sangat rendah dibawah frekwensi
suara ( 20 ~ 20.000 hz ) yaitu
ELF (Extra Low Frequency)
antigravity,
yang apabila
diberikan (diarahkan ) pada
suatu benda, maka benda tersebut
akan kehilangan gaya
gravitasinya .
Artikel ini akan
dilanjutkan 3 hari lagi
|
|